(Menggenang kepergian seorang sahabat yang telah mendahului kita pada 29 Desember 2009 yang lalu…)
Setiap detik kehidupan manusia telah tertuliskan.
Sesungguhnya tidak ada satu tarikan nafas yang di hembuskan, melainkan ada takdir yang dijalankan Nya pada dirimu… karena itu tunduklah kepada Allah dalam setiap keadaan.
Yesterday is Histori,
Tomorrow is Mystery
and Today is a gift from Allah to us,
So pray to Allah as much as
You can today till the and of your breath.
Hari itu malam belum terlalu larut, jam baru menunjukkan pukul 22.15 wib ketika hampir bersamaan 5 sms masuk secara beruntun…isinya sama… Innalilahi wainnailaihi rojiun, Telah meninggal dunia rekan kerja kita Ibu Surajiah, S.Pd pada malam ini pukul 22.00 wib di rumah Srandakan Bantul… Hati saya layu….badan saya seperti kehilangan tulangnya…seperti tidak percaya… Teman yang kita andalkan untuk saling tukar pikiran…Rekan kerja yang baik…Sahabat di segala keadaan… Guru yang di cintai murid nya… Kini telah tiada….
Tapi…, itulah takdir yang telah tertuliskan…
Dua pekan sebelum hari itu…waktu kita sama-sama jadi panitia Ulangan Umum Bersama ada insiden kecil yang menjadi pikiran mu yu…,peristiwa yang memyebabkan dirimu pingsan di kamar mandi dan masuk ICU…seminggu kemudian dirimu sudah membaik.. Aku berharap kita bisa sama-sama memberi les pelajaran tambahan siswa kelas XII yang akan menghadapi Ujian Nasional, aku ingin kita bisa share materi dan mem Fix kan segera rencana Penelitian Tindakan Kelas yang akan kita seminarkan di UNY bulan Mei nanti… Banyak agenda yang belum tuntas bu… dan banyak kerja yang belum selesai… Tapi kita tidak tahu satu hal…bahwa semua itu ada batasnya…Usia kita sudah dibatasi sampai janji itu datang…
Cuma satu hal yang pasti di dunia ini… Kematian… kematian yang pasti akan datang.. walau kita tak tahu kapan waktunya…
Yu Sur… Maafkanlah aku atas segala khilaf dan salah ku… atas kata-kata keras ku…, atas aksi-aksi protesku… atas boikot ku…, atas cemberut ku… atas… (bahkan kata-kata maaf itu belum sempat terucap…)
Yu Sur… Sungguh aku menyayangi mu…( Walau kata itu belum pernah terucap dari mulutku…) bahkan aku belum sempat membuat bibirmu tersenyum…dan tawa mnengembang di wajahmu…
Sungguh aku ingin itu terjadi sekarang… tapi penyesalan selalu datang terlambat…
Sungguh Ya Allah… Kematian adalah sebuah pelajaran yang berharga.. Sungguh kematian adalah sebuah teguran dan hikmah… untuk ku… Ya Allah Aku berjanji akan menjadi teman yang baik… sahabat yang bisa diandalkan..dan rekan yang tidak banyak protes.. Ya Allah aku ingin membuat orang lain tersenyum..dan tentram bersamaku sebelum kematian menjemput siapa pun yang bersamaku dan aku belum sempat meminta maaf kepada nya… .. Ya Allah Pelajaran ini sangat berharga untuk ku…
Selamat jalan Yu Sur… Tinggallah aku sendiri mengawal siswa -siswa kelas XII menghadapi Ujian Nasional Kimia…sejujurnya Yu…aku belum siap melanjutkan perjuangan mu yang gigih selama ini.. menjadi seperti mu yang rela berkorban..yang kuat dan tegar…
Yu… Kita masih muda yu…bahkan di saat ini ketika teman-teman kita berada di puncak-puncak karirnya atau saat perjalanan karir semakin menanjak..saat teman-teman kita masih sibuk merencanakan masa depan dan karirnya… Engkau telah menutup itu semua…
Ya Allah… terimalah dia…dia temanku, dia sahabatku, dia saudaraku,…terimalah semua amalan baiknya…ampunilah semua dosa-dosa nya…lapangkanlah alam kuburnya danmasukkanlah dia ke dalam Sorga Firdaus Mu Ya Rahmannnn…
Sungguh dia telah menepati janjianya kepada Mu… amin.

(Yu…tanggal 22 maret besok siswa-siswa kita akan menghadapi UAN, aku tak kuasa menahan tangisku ketika kepada mereka aku pesankan….” Nak…jangan lupa sholat tahajut, dan jangan lupa derdoalah 2 hal… pertama mintalah kepada Nya agar kalian di mudahkan dalam mengerjakan Ujian Nasional lulus dengan nilai baik, dan kedua mintalah kepada Nya agar dia melapangkan alam kubur guru mu Bu Sur karena dia sendirian di sana…. Anak-anak juga menangis yu…karena mereka mencintai mu…)